INHU - Seruan untuk memboikot produk Perancis menggema diseantero dunia.
Tak hanya di timur tengah, seruan boikot produk, akibat pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menyudutkan Islam dan menghina Rasulullah itu, juga sudah terdengar hingga di daerah pelosok di Indonesia.
Terlebih ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan imbauan kepada umat Islam Indonesia untuk memboikot segala produk asal negara Perancis tersebut. Tidak hanya aksi boikot, MUI juga meminta Presiden Perancis Emmanuel Macron mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada Ummat Islam seluruh dunia.
Seruan boikot MUI tersebut berdasarkan surat pernyataan Nomor: Kep-1823/DP-MUI/X/2020 tertanggal 30 Oktober 2020.
Di Kota Rengat misalnya, kegiatan boikot produk Prascis juga sudah ada dilakukan yaitu di Indragiri Mart Rengat. Indragi Mart yang terletak di Jalan Sultan nomor 271 Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu.
Di Indragiri Mart ini beberapa produk Perancis yang sudah terlanjur terpajang diberi label dan pengumuman bahwa produk tersebut tidak dijual, hingga waktu yang tidak ditentukan.
Menurut Manager Indragiri Mart, Dida Supriadi S.Hut saat dikonfirmasi Senin (2/11/2020) membenarkan dengan telah memboikot beberapa produk Perancis yang dijual di Indragiri Mart tersebut.
Langkah yang dilakukan pihak menejemen Indragiri Mart kata Dida merupakan langkah serius yang dilakukan bukan karena sekedar ikut-ikutan semata.
"Instruksi dari pimpinan, langkah mengikuti seruan MUI itu harus dilakukan. Karena tidak akan ada manusia yang tidak tersinggung jika agama dan panutannya dihinakan. Karenya kami dukung seruan MUI, hingga Presiden Perancis meminta maaf, baru produknya kami jual lagi," kata Dida menegaskan.
Dikatakan Dida lagi, saat ini ada sekitar 10 produk Prancis yang diboikot," produk Prancis yang diboikot di Indragiri Mart, seperti Danone Group (Aqua), Vit, Mizone, Levite, Bebelac, Nutrilon Royal, Lactamil, SGM, Loreal dan produk kosmetik Garnier," terangnya.
"Yang sudah ada tidak kami jual, kebetulan stock barang produk Perancis yang kami miliki juga sudah menipis. Sedangkan untuk pembelian kepada para supliernya kami diinstruksikan pimpinan untuk tidak membelinya hingga waktu yang belum ditentukan," tutup Dida Supriadi S.Hut.(shp)

